Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan SKPD terkait gelar rapat koordinasi (rakoor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar, di Mahligai Sultan Adam lantai I, Martapura, Kamis (5/10/2023).
melalui rakoor tersebut, penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal meskipun sejauh ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan sudah melakukan dengan baik.
Dampak akibat karhutla diantaranya di bidang kesehatan, sosial dan pendidikan ddengan status Kabupaten Banjar saat ini masih Siaga Darurat dan tidak ditingkatkan ke status Tanggap Darurat.
Rapat tersebut juga menekankan aksi penanganan karhutla di Ring 1, yaitu secara permanen dan insidentil. Terkait penanganan insidentil, Polres Banjar agar memberikan sanksi kepada pelaku yang menyebabkan karhutla dalam unsur kesengajaan, sehingga pelaku dapat merasakan efek jera dari perbuatan tersebut.
Ditambahkan, rencananya BPBD Banjar akan membentuk satu posko baru atau menggeser posko induk ke Desa Cindai Alus yang anggotanya beberapa stake holder termasuk personel gabung seperti TNI, Polri, Tagana dan PMI.
Selain penanganan karhutla, pihaknya juga membantu masyarakat dalam bencana kekeringan dengan menyuplai air bersih total 1.565.000 liter kepada 11 kecamatan diantaranya Kecamatan Astambul, Cintapuri Darussalam dan Karang Intan
